7 Ramalan Jayabaya Tentang Indonesia yang Terbukti Kebenarannya Saat Ini

Ramalan Jayabaya Tentang Indonesia – Ramalan Jayabaya atau sering dikenal Jangka Jayabaya, merupakan ramalan yang ditulis oleh Prabu Jayabaya (seorang raja Kerajaan Kediri) dalam kitab Musasar gubahan Sunan Giri Prapen. Ramalan Jayabaya dalam kitab Musasar lebih dikenal di kalangan masyarakat Jawa yang memang dilestarikan oleh para pujangga secara turun menurun.

pixabay.com

Banyak sekali ramalan Jayabaya yang berkaitan dengan negeri ini, Indonesia. Salah satu ramalan Jayabaya yang paling terkenal adalah mengenai para pemimpin Indonesia. Disebutkan dalam kitabnya yaitu Notonegoro, berarti bahwa negeri ini akan dipimpin oleh presiden.

Selain itu, masih banyak lagi ramalan mengenai perkembangan kondisi sosial dan budaya di negeri ini yang memang saat ini terbukti kebenarannya.

RAMALAN JAYABAYA TENTANG INDONESIA

1. Ada Kereta Tanpa Kuda

otomotif.liputan6.com

Ada kereta tanpa kuda. Apa artinya itu? Kalimat itu adalah kalimat ramalan yang ada di kitab Musasar. Dalam kitabnya kalimat itu ditulis dengan bahasa jawa, yaitu “Besuk yen wis ana kereta tanpa jaran” yang berarti akan ada kereta tanpa menggunakan kuda seperti zaman dahulu.

Dan memang terbukti saat ini, wujud dari pernyataannya adalah transportasi modern yang ada di zaman sekarang, seperti motor dan mobil. Jika dahulu kereta itu adalah gerobak yang dikendarai dengan bantuan tenaga hewan kuda.

Namun, perwujudan transportasi kereta di zaman ini sangat berbeda jauh sekali, kereta yang sekarang jauh lebih canggih. Namun maksud “kereta” dalam kitabnya itu bermakna banyak, jadi semua transportasi modern yang ada sekarang, itulah yang diramalkan sebagai kereta tanpa kuda.

2. Yang Jahat Dijunjung

screenrant.com

Dalam kitabnya ditulis “Barang jahat diangkat-angkat”, maksud dari ramalan itu adalah sesuatu yang jahat akan dijunjung. Hal ini sudah marak sekali terjadi di negeri ini. Banyak sekali kasus yang telah terjadi, di antaranya dalam tindakan kriminal masyarakat hingga di dalam politik pemerintahan pun sering kali terjadi.

Banyak kasus seperti yang diramalkan muncul di media informasi, dan sudah pasti menjadi hal yang familiar di khalayak umum. Contoh paling mencolok adalah para koruptor negeri ini, bukannya ditindak dengan seberat-beratnya hukuman malah diberikan kenyamanan dalam rumah tahanannya.

3. Perahu berjalan di angkasa

deweezz.com

Perahu berjalan di angkasa? Apa bisa? Mungkin zaman dahulu hal itu menjadi sesuatu yang tabuh, bayangkan saja apakah bisa perahu berjalan di angkasa? Namun, ini menjadi ramalan dalam kitab Musasar, yang di tuliskan dalam bahasa jawa “Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang“.

Ramalan itu memang terbukti terjadi saat ini, perwujudannya adalah pesawat terbang. Sampai saat ini juga masih banyak masyarakat jawa yang menyebut pesawat terbang dengan sebutan perahu terbang.

4. Perempuan berpakaian laki-laki

deweezz.com

Dalam kitabnya yang ditulis dengan bahasa jawa “Wong wadon nganggo pakeyan lanang“, yang berarti orang perempuan berpakaian laki-laki. Hal ini memang terjadi, sudah menjadi rahasia umum di negeri ini.

Waria, merupakan perwujudan dari ramalan yang ditulis dalam kitab Musasar. Waria menjadi profesi bagi mereka yang memiliki kesenjangan ekonomi dalam hidupnya.

5. Banyak anak berani melawan ibu

abiummi.com

Hal ini sudah sering kali terjadi dalam lingkungan rumah tangga, anak yang berani-beraninya melawan ibunya. Walaupun yang dilakukannya sepele, namun bisa menjadi sesuatu yang menyebabkan dosa durhaka. Contohnya, saat anak mengeluh dan menolak jika disuruh oleh ibunya, itu sering sekali terjadi.

6. Banyak Perempuan Menjual Diri

deweezz.com

Akeh wong wadon ngedol awake” artinya banyak perempuan menjual diri, apakah ini hal yang jarang ditemui? Masyarakat luas lebih mengetahui tentang ini. Sebagian dari mereka yang terdesak akan kebutuhan ekonomi, tak sedikit yang mengatasi permasalahan ekonominya dengan mengambil jalan yang mudah dilalui namun itu salah, hanya membawa mereka ke dalam pintu dosa.

7. Banyak Ibu Menjual Anak

pixabay.com

Merupakan suatu hal yang sangat ironi sekali, betapa teganya seorang ibu menjual anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Dalam kitabnya dituliskan “Akeh ibu pada ngedol anake”, menjadi kasus yang banyak sekali terjadi.

 

Natali Sani:
Related Post